Postingan

Secondhand happiness

Gambar
  Salah satu bagian yang paling kusukai dalam hidup adalah, melihat teman atau orang terdekatku mendapatkan apa yang diinginkannya. Dalam hal ini, yang kubahas berupa barang yang ada bentuknya secara fisik. Menurutku, melihat mereka memperoleh sesuatu yang menjadi wishlist-nya adalah pengalaman yang turut membahagiakan, menggembirakan pula bagiku. Aku teringat bagaimana teman terdekatku pertama kali membelanjakan gaji-gaji hasil pertama kali ia bekerja. Senyumku tanpa sadar terbit mengamati bagaimana ia membeli sepatu atau sandal yang tumben sekali warnanya cerah, sedang aku paling paham selama ini yang dia pilih selalu warna hitam. Atau bagaimana ia bersemangat bercerita bahwa ia membeli perintilan lucu untuk diletakkan di meja kerjanya di kantor. Aku turut bangga bagaimana secara finansial, ia perlahan menjadi lebih leluasa. Bukan hanya ia—mungkin kita semua. Mendewasa mungkin banyak nggak enaknya, tetapi setidaknya sebagian penghasilan kita dapat dibelikan sesuatu untuk menyen...

404 not found

Aku dan rencana-rencanaku. Disusun sedemikian rupa sehingga.  Kamu dan rencana-rencanamu. Yang aku tidak pernah tahu. Untuk saat ini, atau mungkin yaa seterusnya.  Yang pernah beririsan, namun perihal berjalan beriringan patut dipertanyakan. Sebab semua abu-abu, bukan.  Kemana arah langkah? Berapa kencang ia melesat? Mungkin akan menjadi urusan masing-masing saja: tidak perlu direpotkan satu yang lainnya.  Katanya dewasa itu bijak menyikapi semua hal. Maka sudah dewasakah aku?  Banyumas, 22 Juni 2026

Sejak bila?

  Sejak kapan kamu memungut hobi baru ini? Memaksakan sesuatu yang tidak pasti Seperti bukan dirimu saja— Sejak kapan kamu memungut hobi baru ini? Bersandar harap berlebihan, alih-alih Tuhan Seperti bukan dirimu saja— Sejak kapan kamu memungut hobi baru ini? Mengacaukan pikiran atas kelewat angan Seperti bukan dirimu saja— Begitulah: manusia kadang keluar dari lintasan rencana yang sudah dibuatnya. Tangerang, 28 Juni 2026

Rumah (3)

Gambar
Peluk aku.  Rengkuh.  Dekap. Dekat denganmu.  Seberapa lama kita mesti bersabar?  Perihal yang dibilang rencana Tuhan.  Siapa jual katalisator?  Rinduku rasanya mendobrak.  Memukuli pintu, bergemeletak.  Kacau semuanya, tak karu-karuan.  Aku hanya ingin pulang.  Aku ingin tenang.  Tapi belum kutemukan: alamat rumahku.  Banyumas, 22 Juni 2026

Sebuah epilog

Gambar
  Ah , aku bisa dengan mudah menemukan sudut atau sisi untuk diromantisasi Tentang perjalanan, penantian, pengharapan Atau tentang bagaimana aku telah tumbuh dan bertualang Ah , semua akan ada waktunya untuk bermuara Atau layaknya buku, habis lembar terakhirnya Lantas hikmah dan pelajaran semestinya sudah bisa dibentang panjang Ah , tetapi bukannya hidup 'kan tetap bergulir? Sebab dunia belum juga berakhir Maka biarlah tiap langkah dan jejak kuukir Lagi, lagi, dan lagi Sebab tentu aku tidak usai disini. Banyumas, 5 Mei 2026

Rumah (2)

Gambar
  Kalau boleh sok tahu menyimpulkan, mungkin aku dan kamu adalah jiwa-jiwa yang merindukan pulang. Menghadapi dunia demikian lelahnya, ya? Sehingga perlu tempat untuk rehat dari rentetan segala yang ada. Tempat untuk kembali memulihkan diri, mengumpulkan energi, berdiskusi, lantas nanti berangkat lagi. Tempat untuk mencurahkan sekaligus menerima segala isi hati dan kepala ini. Tempat untuk merangkai mimpi-mimpi, lantas menerjemahkannya secara bertahap, membersamai proses, untuk menjadi realitas; bukan lagi imaji. M aka carilah tempat pulang itu dengan baik, dengan pantas, dengan santun. Dengan apa-apa yang diridhoi oleh-Nya. Sebab Dia dan hanya Dia yang menjadi alasan utama mengapa kita melakukan semuanya. Tetap berada di jalan-Nya, di koridor-Nya. Karena dibawah naungan-Nya kita berteduh dan menggantungkan doa. Sampai bertemu nanti, jika takdir-Nya merestui. Banyumas , 21 Maret 2026 Selamat idul fitri

Rumah

Kalau kamu melihat aku mungkin menjadi rumah teduhmu, maka hampiri aku. Kamu boleh menetap. Untuk hari ini, besok, lusa, selamanya. Kamu dan niat baikmu itu, boleh terus membersamaiku sampai ujung waktu. Aku mengizinkan, jika kamu mau. Jika keyakinan bersamamu. Kemari, pulang.  Tetapi akupun tidak dapat memaksakan apapun. Kamu memiliki wewenang untuk memilih. Siapalah aku yang bisa mengatur dimana kamu akan berlabuh? Hanya Yang Kuasa yang bisa menggerakkan hatimu, dengan rangkaian takdir-Nya. Sedang aku, hanya bisa melangitkan semoga. Tanpa tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Dan aku akan menerima apapun keputusan-Nya.  Kalau Dia mengizinkan, kamu pun menjadi rumahku.  Purwokerto, 20 Januari 2026

Tugas utama

Gambar
  " Gimana cara supaya hidup tertata?" Benerin solatnya dulu coba, benerin. Solat awal waktu, dijadikan prioritas nomor satu, karena hakikatnya kita manusia adalah sebagai hamba. Dan tidaklah Allah ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah. Jadi ketika jobdesc utamamu aja tidak dipedulikan, yang notabene merupakan hal paling penting di hidupmu, terus apa yang kamu anggap penting? Mau seburuk apapun dirimu, solat. Meski rasanya ibadahmu tidak sempurna, solat. Meski akhlakmu mungkin masih menjadi pe er yang terus diperbaiki, solat. Meski kamu sesibuk apapun, solat. Pokoknya solat. Nggak bisa ditawar-tawar. Allah yang paling mengerti hambaNya, sudah disediakan waktu lima kali sehari untuk beristirahat, untuk connect dengan sang Pencipta, untuk menetralkan hati, untuk berkeluh kesah pun tidak ada yang melarang. Tapi seringkali, kita yang nggak notice bahwa kasih sayang Allah sebesar itu. Kita sibuk mengurus dunia yang seolah tidak ada habisnya.  Hei, aku tahu dunia dan...

Man shabara zhafira

Gambar
Sabar. Kamu tahu kamu harus sabar. Mungkin ia tengah berjalan menuju arahmu, dan mungkin kamu pun tengah berjalan menuju arahnya. Tidak perlu menghentakkan kaki sebab kesal karena waktu yang selambat siput. Kamu tahu cerita kupu-kupu yang keluar dari kepompongnya. Bersusah payah, tidak mudah. Dan kalau kita 'bantu' dengan menggunting kepompongnya, justru kupu-kupu itu akan menjadi cacat, tidak mampu terbang. Karena segala usahanya untuk keluar adalah untuk kebaikannya juga, demi sayap-sayap yang kuat yang bisa mengantarkannya mengudara. Jadi, mungkin kamu juga demikian. Hanya perlu menikmati segenap prosesnya, jungkir baliknya, lelah-lelahnya. Nanti kalau sudah tiba waktunya, insya Allah akan berbuah manis, sebagaimana mestinya. Memang, aku tahu, siapa yang tidak sabar bertemu kebaikan? Tetapi untuk hal ini, memang sabar harus kita sediakan banyak-banyak. Sabar itu bagian dari kebaikan pula, bukan?  Banyumas, 20 Juli 2025 Selamat menunaikan hari Senin

Pukul sepuluh

Gambar
Cinta itu tidak selamanya hal romantis. Seperti halnya mbah masih terjaga pukul sepuluh malam, menanti kami mendarat di halaman. Dengan ia memandang dari dalam jendela, lantas bertanya, "sampai malam, ya?" yang kujawab anggukan. Padahal itu retoris, kita semua tahu setiap pekan adalah demikian. Seraya mendorong dragbar pak supir menyapa, "belum tidur, mbah?" yang mungkin sapaan tersebut tidak sampai ke telinga tujuannya. "Mbah tidur paling akhir," sahut tante, seolah mewakili. Aku mengamini , kita semua tahu setiap pekan adalah demikian. Aku baru teringat, sampai usia berapa pun, kita tetaplah anak dari orang tua kita. Maka tatkala mbah memilih terjaga-dan memang ia sulit memejamkan mata-itu salah satu bentuk sayangnya pada anak perempuannya. Anak yang ia rawat dan besarkan sejak kecil. Bagaimanapun, mbah adalah seorang ayah. Sampai kapanpun. Cinta itu tak selamanya hal romantis, tetapi tentulah demikian manis. Banyumas, 18 Juli 2025 Another thursday

Lucky me

Gambar
Nak, aku rasa akulah manusia paling beruntung di dunia. Tadi siang aku mengobrol banyak dengan rekan kerjaku, tentang keluarga, karakteristik anak terakhir dan anak pertama. Dan dengan rekan kerjaku yang lainnya, kami bercanda dan bertukar tawa, menertawai tugas-tugas kita yang bagai tiada rampungnya. Memang terkadang lelah, jenuh. Tetapi hatiku penuh. Hari ini seratus persen cuaca cerah. Aku berangkat ke tempat kerja, disajikan gunung Slamet yang menjulang gagah sekaligus cantik. Cuaca memang sedang dingin, maka dari itu kupakai sarung tanganku. Tetapi rasanya hatiku hangat, sampai di kantor tidak dikatakan terlambat. Sore tadi merebahkan diri beberapa saat, lantas bersiap dan berangkat. Mama menawarkan untuk menggoreng bandeng-bahkan membekaliku dua potong, begitu banyak!-karena telur pesanannya belum juga tiba. Aku tidak keberatan sama sekali, bahkan mama menawarkan saus tomat dan juga madu hangat. Kemudian aku merasakan, betapa indahnya dicintai tanpa syarat. Malam kami biasa...

In moderation

Gambar
S udah besar, sudah paham dengan apa yang namanya boundaries. Batas. Dalam hal apapun, supaya hidup kita porsinya pas, dengan ukuran. Atau bahasa lebih mudahnya, in moderation. Tidak kurang, tidak lebih. Ini bisa mencakup segala aspek kehidupan. Dalam bekerja, lakukan yang semestinya: memenuhi kewajiban kita. Namun selepas kewajiban itu ditunaikan, ingat juga untuk memenuhi hak diri kita juga: mengistirahatkan tubuh. Supaya nantinya tetap bisa beraktivitas normal sebagaimana biasanya. Tidak kelewat lelah, baik itu fisik maupun isi pikirannya. In moderation. Dalam hiburan, pun demikian. Mungkin rasanya begitu gembira bisa bersenang-senang semaunya, tanpa kenal waktu. Tetapi tetaplah beri batasan, seperti misalnya jangan sampai terlalu lelah sampai sakit (karena saking lamanya mengobrol!). Intinya yang berlebihan tidak selamanya baik. Do it in moderation. Semoga kita bisa menjadi manusia yang bisa merasa cukup, tidak kekurangan, tetapi juga tidak berlebih-lebihan. Purwokerto , 4 ...

Pretty little cakes

Gambar
  Humans are so cute. What do you mean they secretly planned to make others feel loved by bringing pretty little cakes out of nowhere, putting candles on it and singing their heart out? Then they took pictures, made small celebrations, and gave kind wishes. Thanks for welcoming the 25, 22, and 21!

Quick chit chat

Gambar
  " Hi," " Hey," " I just read some of your writings and find it quite personal," " Well, here's a thing: I don't always remember every piece that I've written." "I guess so, because you still keep them publicly," " Is that a bad thing?" ( Shrug) "I didn't say that. I just said that your writings are out there." " Did I over share?" " Maybe, but who cares?" " Me, I care! " " But you don't seem to care," " What do you mean by that?" " I just feel like you purposely did that so that others will notice it," " Huh? " " So that another human being is aware of your existence." " I don't know.. Sometimes I do things without thinking so much about it," " But you do think a lot, don't you? " " Yes I do. And it kind of makes me dizzy, for a lot of times. I'm sorry, I often fi...

Lamun

Gambar
  Dunia terkadang terlalu bising untukku Padahal aku acapkali menyukai riuh Tapi di saat saat tertentu, tidak begitu Aku terlanjur larut dalam pikiran bergemuruh Bising dikepalaku sudah cukup penuh M enepi mencari sepi , begitu perluku Mengawali sebuah akhir Sorotan untuk sebulan kedepan Lalu kita akan memupuk segenap harapan Lembaran baru yang siap diukir Meninggalkan jejak jejak dibelakang Yang campur aduknya bukan kepalang Tulisan tidak teratur Pikiran mulai melantur Mulut diam tak memberi tutur Aku , aku termangu Mengingat jam sejumlah tujuh Belum ditunaikan sungguh-sungguh Timbunan hal yang perlu dilakui Sedikit demi sedikit kian meninggi Mendatangkan tanya, memangnya aku bisa? Tapi kalau tanpa coba, kita tak tahu akhirnya Tetap berjalan, meski dilamun resah Sokaraja , 6 Desember 2024 Nanti semuanya akan baik-baik saja

Menyongsong pagi

Gambar
  Mengantuk Mengantuk Mengantuk Terpejam , ya? Kata otak pada kelopak mata Namun yang dipinta enggan Jarang-jarang kita melihat kedua jarum jam mengarah ke atas tatkala gelap mendekap Ada kejadian apa sampai enggan terlelap? Entah Entah Entah Bisakah berhenti merasa khawatir? Yang kamu cemaskan belum tentu terjadi Oke , aku paham. Tapi kalau betulan terjadi? Lantas a pa yang musti kita perbuat? Hmm , entahlah. Kenapa tidak dipikir nanti lagi? Bisingnya , diamlah ini sudah malam. Esok Esok Esok Kita mengawali pekan dengan berkegiatan Ini itu, hal-hal yang perlu dikerjakan Karena amanah ialah untuk ditunaikan Tapi kenapa kita takut pada awal pekan? Padahal menggigit pun tidak, mungkin ia ompong, kupikir begitu Entahlah , manusia banyak tak jelasnya Terbirit-birit tak tahu karena apa Tumbuh Tumbuh Tumbuh Bersama rintikan hujan yang tak pernah libur Maka harap tumbuh bak pohon di tanah subur Nanti menjelajahi langkah-langkah baru Belajar s...

Kapal itu

Gambar
  Lihat kapal itu. Kerangkanya tengah dibangun, dengan desain sedemikian rupa. Potongan kayu disusun rapi, memenuhi fungsi-fungsinya nanti. Lantas dipasang pula motor tempel selalu mesin penggeraknya, siap mengantarkan penumpangnya ke tujuan yang direncanakan. Lihat kapal itu, perlahan semakin sempurna bentuknya, kemudian disorong ke bibir pantai. Menunggu waktunya untuk berlayar. Cilacap, 23 November 2024 Kemana kapal itu akan pergi? 

Act of service (motor)

Gambar
Kata papa, servis motor rutin ataupun ganti oli itu dilakukan jika rodanya sudah menempuh sekian ribu kilometer. Namun, lagi-lagi aku lupa untuk mencatat kilometernya, berakhir dengan hadir servis berdasarkan perkiraan dan waktu yang sudah berjalan. Ya sudah, yang penting tetap dalam pemantauan, rutin. Apa yang kita punya kita usahakan untuk selalu dipelihara sebaik-baiknya, servis motor inilah salah satu cara memaintainnya. Aku tahu diluar sana banyak stereotip bahwa perempuan nggak peduli dengan urusan motor, ganti oli dan semacamnya. Yang di beberapa video pendek ditunjukkan oli sampai bersisa satu dua tetes saja. Jadi aku mau membuktikan bahwa stereotip itu tidak benar, aku mau jadi orang yang memang memeliharanya dengan baik. Ditandai dengan kehadiranku beberapa bulan sekali ke gerai bengkel ini lagi. Kadang kalau mencuat hal-hal baru yang harus dibayar, aku akan segera menghubungi abang. Atau papa, aku ada beberapa opsi siapa yang bisa dihubungi untuk ditanyai, haruskah aku men...

Menulis apa?

Gambar
Aku sebenarnya nggak tahu mau menulis apa. Namun yang aku tahu, aku ingin menulis. Lagi. Karena ternyata belakangan ini nampaknya tulisanku tengah jarang hadir, meskipun mungkin nggak ada yang benar-benar nungguin juga, sih. Tapi aku merasa, aku menulis utamanya untukku sendiri. Untukku melihat jejak-jejakku sebelumnya. Untukku menyadari bahwa oh, aku pernah berada dalam berbagai macam fase kehidupan. Naik, turun, memanglah hidup ini layaknya kereta luncur yang bergerak begitu cepat. Begitu cepat, sama cepatnya dengan waktu. Waktu yang sepertinya selalu terburu-buru, tidak mengindahkan kamu tengah di kondisi atau proses mana, dia akan terus berjalan tanpa henti apapun keadaannya. Berjalan terus. Bingung menulis apa, tetapi biarkan aku tetap menulis, ya? Kalau dipikir-pikir, Januari itu sebentar lagi, dan kamu teringat bahwa nanti usiamu akan mengikuti dua digit terakhir di setiap tahunnya. Kita terlahir di tahun millenial, katanya. Itulah sebabnya kita tidak payah menghitung usiaku d...

For my younger self

Gambar
Kehabisan prompt untuk journaling , kami pun memutuskan untuk mencari prompt baru di internet. Sampai akhirnya aku menemukan pertanyaan / prompt yang cukup menarik.  "What 3 things would you share with your teenage self?" Setelah merenung sejenak, aku menuliskan tiga hal yang terlewat di pikiranku. Ditulis manis-manis.  Ternyata, hidup itu seru. Akan selalu ada hal-hal baru atau tantangan baru yang membuat hidupmu lebih meriah dan lebih bermakna. Lihat besok dan rasakan sendiri. Atau buat gebrakan seru di hidupmu mulai dari sekarang. Waktumu masih panjang, jadi manfaatkan itu dan nikmati selagi menjalaninya.  Banyak orang yang sayang sama kamu, dan begitu pula sebaliknya. Maka bertumbuhlah dengan baik, karena alhamdulillaah kamu punya rejeki berupa lingkungan yang sebegitu baiknya pula. Ternyata kamu sesayang itu sama keluarga dan orang-orang terdekatmu, dan begitu pula sebaliknya.  Jangan lupa buat terus libatin Allah dalam semua langkah dan prosesmu. Selipkan niat...