Secondhand happiness
Salah satu bagian yang paling kusukai dalam hidup adalah, melihat teman atau orang terdekatku mendapatkan apa yang diinginkannya. Dalam hal ini, yang kubahas berupa barang yang ada bentuknya secara fisik. Menurutku, melihat mereka memperoleh sesuatu yang menjadi wishlist-nya adalah pengalaman yang turut membahagiakan, menggembirakan pula bagiku. Aku teringat bagaimana teman terdekatku pertama kali membelanjakan gaji-gaji hasil pertama kali ia bekerja. Senyumku tanpa sadar terbit mengamati bagaimana ia membeli sepatu atau sandal yang tumben sekali warnanya cerah, sedang aku paling paham selama ini yang dia pilih selalu warna hitam. Atau bagaimana ia bersemangat bercerita bahwa ia membeli perintilan lucu untuk diletakkan di meja kerjanya di kantor. Aku turut bangga bagaimana secara finansial, ia perlahan menjadi lebih leluasa. Bukan hanya ia—mungkin kita semua. Mendewasa mungkin banyak nggak enaknya, tetapi setidaknya sebagian penghasilan kita dapat dibelikan sesuatu untuk menyen...