Rumah
Kalau kamu melihat aku mungkin menjadi rumah teduhmu, maka hampiri aku. Kamu boleh menetap. Untuk hari ini, besok, lusa, selamanya. Kamu dan niat baikmu itu, boleh terus membersamaiku sampai ujung waktu. Aku mengizinkan, jika kamu mau. Jika keyakinan bersamamu. Kemari, pulang. Tetapi akupun tidak dapat memaksakan apapun. Kamu memiliki wewenang untuk memilih. Siapalah aku yang bisa mengatur dimana kamu akan berlabuh? Hanya Yang Kuasa yang bisa menggerakkan hatimu, dengan rangkaian takdir-Nya. Sedang aku, hanya bisa melangitkan semoga. Tanpa tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Dan aku akan menerima apapun keputusan-Nya. Kalau Dia mengizinkan, kamu pun menjadi rumahku. Purwokerto, 20 Januari 2025 Aku yang terombang-ambing menunggu balasan pesanmu