Postingan

Rumah (3)

Gambar
Peluk aku.  Rengkuh.  Dekap. Dekat denganmu.  Seberapa lama kita mesti bersabar?  Perihal yang dibilang rencana Tuhan.  Siapa jual katalisator?  Rinduku rasanya mendobrak.  Memukuli pintu, bergemeletak.  Kacau semuanya, tak karu-karuan.  Aku hanya ingin pulang.  Aku ingin tenang.  Tapi belum kutemukan: alamat rumahku.  Banyumas, 22 Juni 2026

Sebuah epilog

Gambar
  Ah , aku bisa dengan mudah menemukan sudut atau sisi untuk diromantisasi Tentang perjalanan, penantian, pengharapan Atau tentang bagaimana aku telah tumbuh dan bertualang Ah , semua akan ada waktunya untuk bermuara Atau layaknya buku, habis lembar terakhirnya Lantas hikmah dan pelajaran semestinya sudah bisa dibentang panjang Ah , tetapi bukannya hidup 'kan tetap bergulir? Sebab dunia belum juga berakhir Maka biarlah tiap langkah dan jejak kuukir Lagi, lagi, dan lagi Sebab tentu aku tidak usai disini. Banyumas, 5 Mei 2026

Embracing grief

T hey said that there are 5 stages of grief. And after I contemplated, thinking a lot about what happened recently.. I came to a conclusion that maybe now I'm in the last stage: acceptance. Is it too quick for me to make a conclusion already? Yes , I denied the fact that it happened. Yes, I was angry about it. Yes, I was thinking about ways to fix it. Yes, it did shattered my heart. Not to mention the memories that would showed up out of nowhere when I'm just doing my life quietly. Yes, I questioned everything. But the more I think about it, what happened between us is maybe the best. I don't want to give any burden to anyone. I don't want to make you do things in a rush, prematurely, when you're not ready. And maybe you have your own considerations, too (even though I have no idea what these are). And I try to respect you for that. I asked Him. A lot. Maybe every single day, everytime I had the chance to. I don't know, but recently I feel like I got the an...

Rumah (2)

Gambar
  Kalau boleh sok tahu menyimpulkan, mungkin aku dan kamu adalah jiwa-jiwa yang merindukan pulang. Menghadapi dunia demikian lelahnya, ya? Sehingga perlu tempat untuk rehat dari rentetan segala yang ada. Tempat untuk kembali memulihkan diri, mengumpulkan energi, berdiskusi, lantas nanti berangkat lagi. Tempat untuk mencurahkan sekaligus menerima segala isi hati dan kepala ini. Tempat untuk merangkai mimpi-mimpi, lantas menerjemahkannya secara bertahap, membersamai proses, untuk menjadi realitas; bukan lagi imaji. M aka carilah tempat pulang itu dengan baik, dengan pantas, dengan santun. Dengan apa-apa yang diridhoi oleh-Nya. Sebab Dia dan hanya Dia yang menjadi alasan utama mengapa kita melakukan semuanya. Tetap berada di jalan-Nya, di koridor-Nya. Karena dibawah naungan-Nya kita berteduh dan menggantungkan doa. Sampai bertemu nanti, jika takdir-Nya merestui. Banyumas , 21 Maret 2026 Selamat idul fitri

Rumah

Kalau kamu melihat aku mungkin menjadi rumah teduhmu, maka hampiri aku. Kamu boleh menetap. Untuk hari ini, besok, lusa, selamanya. Kamu dan niat baikmu itu, boleh terus membersamaiku sampai ujung waktu. Aku mengizinkan, jika kamu mau. Jika keyakinan bersamamu. Kemari, pulang.  Tetapi akupun tidak dapat memaksakan apapun. Kamu memiliki wewenang untuk memilih. Siapalah aku yang bisa mengatur dimana kamu akan berlabuh? Hanya Yang Kuasa yang bisa menggerakkan hatimu, dengan rangkaian takdir-Nya. Sedang aku, hanya bisa melangitkan semoga. Tanpa tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Dan aku akan menerima apapun keputusan-Nya.  Kalau Dia mengizinkan, kamu pun menjadi rumahku.  Purwokerto, 20 Januari 2025 Aku yang terombang-ambing menunggu balasan pesanmu

Tugas utama

Gambar
  " Gimana cara supaya hidup tertata?" Benerin solatnya dulu coba, benerin. Solat awal waktu, dijadikan prioritas nomor satu, karena hakikatnya kita manusia adalah sebagai hamba. Dan tidaklah Allah ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah. Jadi ketika jobdesc utamamu aja tidak dipedulikan, yang notabene merupakan hal paling penting di hidupmu, terus apa yang kamu anggap penting? Mau seburuk apapun dirimu, solat. Meski rasanya ibadahmu tidak sempurna, solat. Meski akhlakmu mungkin masih menjadi pe er yang terus diperbaiki, solat. Meski kamu sesibuk apapun, solat. Pokoknya solat. Nggak bisa ditawar-tawar. Allah yang paling mengerti hambaNya, sudah disediakan waktu lima kali sehari untuk beristirahat, untuk connect dengan sang Pencipta, untuk menetralkan hati, untuk berkeluh kesah pun tidak ada yang melarang. Tapi seringkali, kita yang nggak notice bahwa kasih sayang Allah sebesar itu. Kita sibuk mengurus dunia yang seolah tidak ada habisnya.  Hei, aku tahu dunia dan...

Man shabara zhafira

Gambar
Sabar. Kamu tahu kamu harus sabar. Mungkin ia tengah berjalan menuju arahmu, dan mungkin kamu pun tengah berjalan menuju arahnya. Tidak perlu menghentakkan kaki sebab kesal karena waktu yang selambat siput. Kamu tahu cerita kupu-kupu yang keluar dari kepompongnya. Bersusah payah, tidak mudah. Dan kalau kita 'bantu' dengan menggunting kepompongnya, justru kupu-kupu itu akan menjadi cacat, tidak mampu terbang. Karena segala usahanya untuk keluar adalah untuk kebaikannya juga, demi sayap-sayap yang kuat yang bisa mengantarkannya mengudara. Jadi, mungkin kamu juga demikian. Hanya perlu menikmati segenap prosesnya, jungkir baliknya, lelah-lelahnya. Nanti kalau sudah tiba waktunya, insya Allah akan berbuah manis, sebagaimana mestinya. Memang, aku tahu, siapa yang tidak sabar bertemu kebaikan? Tetapi untuk hal ini, memang sabar harus kita sediakan banyak-banyak. Sabar itu bagian dari kebaikan pula, bukan?  Banyumas, 20 Juli 2025 Selamat menunaikan hari Senin