Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Sebuah epilog

Gambar
  Ah , aku bisa dengan mudah menemukan sudut atau sisi untuk diromantisasi Tentang perjalanan, penantian, pengharapan Atau tentang bagaimana aku telah tumbuh dan bertualang Ah , semua akan ada waktunya untuk bermuara Atau layaknya buku, habis lembar terakhirnya Lantas hikmah dan pelajaran semestinya sudah bisa dibentang panjang Ah , tetapi bukannya hidup 'kan tetap bergulir? Sebab dunia belum juga berakhir Maka biarlah tiap langkah dan jejak kuukir Lagi, lagi, dan lagi Sebab tentu aku tidak usai disini. Banyumas, 5 Mei 2026

Embracing grief

T hey said that there are 5 stages of grief. And after I contemplated, thinking a lot about what happened recently.. I came to a conclusion that maybe now I'm in the last stage: acceptance. Is it too quick for me to make a conclusion already? Yes , I denied the fact that it happened. Yes, I was angry about it. Yes, I was thinking about ways to fix it. Yes, it did shattered my heart. Not to mention the memories that would showed up out of nowhere when I'm just doing my life quietly. Yes, I questioned everything. But the more I think about it, what happened between us is maybe the best. I don't want to give any burden to anyone. I don't want to make you do things in a rush, prematurely, when you're not ready. And maybe you have your own considerations, too (even though I have no idea what these are). And I try to respect you for that. I asked Him. A lot. Maybe every single day, everytime I had the chance to. I don't know, but recently I feel like I got the an...

Rumah (2)

Gambar
  Kalau boleh sok tahu menyimpulkan, mungkin aku dan kamu adalah jiwa-jiwa yang merindukan pulang. Menghadapi dunia demikian lelahnya, ya? Sehingga perlu tempat untuk rehat dari rentetan segala yang ada. Tempat untuk kembali memulihkan diri, mengumpulkan energi, berdiskusi, lantas nanti berangkat lagi. Tempat untuk mencurahkan sekaligus menerima segala isi hati dan kepala ini. Tempat untuk merangkai mimpi-mimpi, lantas menerjemahkannya secara bertahap, membersamai proses, untuk menjadi realitas; bukan lagi imaji. M aka carilah tempat pulang itu dengan baik, dengan pantas, dengan santun. Dengan apa-apa yang diridhoi oleh-Nya. Sebab Dia dan hanya Dia yang menjadi alasan utama mengapa kita melakukan semuanya. Tetap berada di jalan-Nya, di koridor-Nya. Karena dibawah naungan-Nya kita berteduh dan menggantungkan doa. Sampai bertemu nanti, jika takdir-Nya merestui. Banyumas , 21 Maret 2026 Selamat idul fitri

Rumah

Kalau kamu melihat aku mungkin menjadi rumah teduhmu, maka hampiri aku. Kamu boleh menetap. Untuk hari ini, besok, lusa, selamanya. Kamu dan niat baikmu itu, boleh terus membersamaiku sampai ujung waktu. Aku mengizinkan, jika kamu mau. Jika keyakinan bersamamu. Kemari, pulang.  Tetapi akupun tidak dapat memaksakan apapun. Kamu memiliki wewenang untuk memilih. Siapalah aku yang bisa mengatur dimana kamu akan berlabuh? Hanya Yang Kuasa yang bisa menggerakkan hatimu, dengan rangkaian takdir-Nya. Sedang aku, hanya bisa melangitkan semoga. Tanpa tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Dan aku akan menerima apapun keputusan-Nya.  Kalau Dia mengizinkan, kamu pun menjadi rumahku.  Purwokerto, 20 Januari 2025 Aku yang terombang-ambing menunggu balasan pesanmu