Postingan

Perjumpaan

Gambar
  Dua lima ya. Eh, dua lima? Kemarin-kemarin kamu mudah mengelak, ah kan masih ada antrian di depan. Atau berpikiran, ah itu masih beberapa tahun lagi. Atau setelah itu juga bisa berkilah, ah aku saja masih kuliah. Tapi, tapi? Siapa yang mengizinkan waktu bergulir sedemikian cepatnya? Atau barangkali waktu berjalan sebagaimana mestinya. Perlahan, berhati-hati. Namun aku saja yang tak mencermatinya. Gembira tenggelam dalam kesibukan, menyahut ah aku tak punya waktu. Bersiap-siap tetapi sangat tipis sekali. Padahal ketika sesuatu itu teramat penting bagi kita, tidak ada lagi istilah tak ada waktu. Karena bagaimanapun, karena penting, kamu akan meluangkan waktu khusus untuk itu. Itu ? Ya, memang masih abstrak lah. Tetapi kamu tahu kamu sudah mencoba berancang-ancang. Untuk lari, mungkin? Atau untuk berjalan pun tak apa. Tidak perlu tergesa-gesa, lagipula siapa yang tengah memburu? Yang penting nanti dalam perjalanan ada kawannya. Ke tempat yang dituju bersama-sama. Tapi siapa ...

Esok lagi

Gambar
  Hari masih pagi, cuaca mendukung. Di kursi pinggir kiri, aku merecall memori dua tahun lalu. Pergi dengan kereta api sendiri. Di depanku ada sejumlah pemuda yang sedang dalam trip bersama. Di seberang kanan depan ada sepasang orang tua muda dengan anak-anaknya yang antusias dan banyak bicara. Seberang kananku ada perempuan muda dengan pakaian yang cantik, dengan renda. Sedang kursi sebelahku kosong, tanpa penumpang. Memang boleh se-jomblo ini? Berbeda dengan perjalanan keberangkatan empat hari lalu yang lengang sebab malam menjelang, gerbong kereta ini dipenuhi obrolan dan haha hihi penumpang lainnya. Ya, masih pagi, baterai energi orang-orang semestinya masih terisi penuh. Karena tidak ada rekan berbincang, maka aku larut dalam lamunan. Menebak kapan selanjutnya aku melakukan hal seperti ini lagi; berpetualang, menjelajah. Yang dewasa ini aku baru sadari memang teramat menyenangkan. Pantaslah banyak orang senang mengembara (selama punya uang). Rasanya menggembirakan menyingka...

A letter to myself

Gambar
H i , sweetheart. Selamat hari lahir, ya? Tak terasa, sudah 24 tahun kamu hadir di dunia. Eh, apa terasa ya? Hihi Alhamdulillah , Allah karuniakan kamu umur sepanjang ini, dengan fisik yang sempurna tanpa kurang suatu apa, tubuh yang hampir jarang sakit, keluarga dan orang-orang yang mencintaimu, dan masih banyak nikmatNya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.   Semakin taat, ya? Pahamilah bahwa usia yang Allah karuniakan ini tak lain adalah untuk beribadah kepadaNya. Memberikan sebaik-baiknya manfaat bagi semua yang ada di sekitarmu. Atau mungkin bahkan orang-orang yang jauh dari kamu sekalipun. Terus berdampak, ya? Aku tahu kamu ingin terus berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia. Meski tentu jalan di depan tidak selamanya mulus, tetapi insyaAllah kita bisa mengusahakan itu. Jadi lebih dewasa, ya? Memiliki kapasitas diri yang cukup baik, termasuk mempunyai kesabaran dan kemampuan mengatur emosi dan mengatur apa-apa seputar diri. Jadi lebih bijaksana, dan tetap memiliki k...

Tentang syukur

Gambar
A da hal-hal yang nampaknya biasa dan kecil dalam keseharianmu, yang ternyata merupakan nikmat yang tidak semua orang bisa merasakannya. Jika kamu bisa tidur di suatu tempat dengan rasa aman, dengan atap di atas kepalamu, pakaian melekat di badanmu, dan perutmu sudah terisi bukannya kelaparan, maka itu adalah sudah cukup menjadi alasan kita bersyukur. Ibuku pernah bilang, sebagaimana manusia bisa memberikan 1001 alasan untuk tidak mengerjakan sesuatu karena ia malas, maka semestinya kita juga bisa memberika 1001 alasan untuk bersyukur. Karena nikmat Allah memang se-tidak terbatas-itu. Seperti yang kubilang tadi, hal biasa dalam keseharian juga mungkin nikmat yang tidak kita sadari. Terkadang kita teringat akan nikmat yang seolah tidak kelihatan itu, justru ketika kita kehilangannya, atau melihat betapa orang lain membutuhkannya. Sebelum salah satunya terjadi, mungkin ada baiknya kita melihat sekeliling sejenak, mengamati dengan kesadaran penuh, dan mencoba menghitung sedemikian ...

It's me

Gambar
  And I find myself (again), plotting for the unpredictables. Even tho I still have no idea what or who I will end up with. But for sure, I'm preparing little by little. A counselor of mine once said, if something seems to be so big on your mind, try to take baby steps. Small steps, barely unrecognizable by bare eyes, but it's there. Even when nobody's noticing, it indeed is there. Even when I feel like it is ridiculous and embarrassing, I will do it anyway. Because no one will promise me a dream of rainbows and butterflies, if it's not me myself. So, I gotta be independent. Just prepare for everything, for the best and yet the worst as well. I know Allah believes that I'm able to do hard things, so I decided to believe myself about that, too. I'm going to be my biggest supporter. Wish me luck, and watch me bloom. Banyumas , 23rd of December 2023 The sun has just set.

What you want

Gambar
What do you want in a family? A pattern. A routine. Two way communication. A pattern that won't disappear just because the people inside the family are no longer a kid. A routine that would guide every single member of the family into their managed life, with clear direction and destinations. Communications that eases the needs that each person had in the house. Rules that keep everything in place, which would adjust as the time goes by, following every growth that happened there. Care for each other, doesn't mean that it is equal to zero argument because conflicts are important, too.  Argue because we try to find the balance for all, with the healthiest way possible. Giving input for each other, which would build this home even stronger. Maintaining good relationships with others, not only family by blood but also outside the house. I wanted to build a family so strong yet so warm and supportive, to be the best environment for each of us to grow into the best version of ours...

Sulit menyerah

Gambar
  Apa kabarmu? Gumamku, tetapi aku tidak sebenarnya bertanya. Tidak ada laporan kejadian, tidak ada momen mengesankan, atau cerita yang kamu bagikan. Apa kabar kita? Pikiranku berbalut sedikit harap, meski setipis lapisan udara. Ada momen yang kulihat kembali, ketika ada ruang yang terisi. Aih, tetapi manusia cepat berubah. Apa sebaiknya aku menyerah? Namun sejauh yang aku tahu, aku tidak mudah menyerah. Maka semoga beruntung ya, kamu. Purwokerto , 30 November 202 3 Mungkin perlu menyibukkan diri