" Gimana cara supaya hidup tertata?" Benerin solatnya dulu coba, benerin. Solat awal waktu, dijadikan prioritas nomor satu, karena hakikatnya kita manusia adalah sebagai hamba. Dan tidaklah Allah ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah. Jadi ketika jobdesc utamamu aja tidak dipedulikan, yang notabene merupakan hal paling penting di hidupmu, terus apa yang kamu anggap penting? Mau seburuk apapun dirimu, solat. Meski rasanya ibadahmu tidak sempurna, solat. Meski akhlakmu mungkin masih menjadi pe er yang terus diperbaiki, solat. Meski kamu sesibuk apapun, solat. Pokoknya solat. Nggak bisa ditawar-tawar. Allah yang paling mengerti hambaNya, sudah disediakan waktu lima kali sehari untuk beristirahat, untuk connect dengan sang Pencipta, untuk menetralkan hati, untuk berkeluh kesah pun tidak ada yang melarang. Tapi seringkali, kita yang nggak notice bahwa kasih sayang Allah sebesar itu. Kita sibuk mengurus dunia yang seolah tidak ada habisnya. Hei, aku tahu dunia dan...
Halo! Long time no see. Uh, kira kira setahun lebih rupanya. Bagaimana kabar? Di kesempatan kali ini saya hendak berbagi sedikit pengalaman saya kemarin, yaitu membuat surat keterangan kesehatan, surat keterangan tidak buta warna, dan surat keterangan bebas NAPZA di RSUD Banyumas. Saya harap tulisan ini bisa bermanfaat :) Jadi sehari setelah pengumuman hasil seleksi jalur SNMPTN (alhamdulillah saya lolos), teman saya menghubungi lewat whatsapp, bertanya kurang lebih seperti ini, "kamu mau ngurus berkas berkas buat daftar ulangnya kapan? Kalo mau ngurus bareng-bareng yaa, soalnya ribet," Saya tanya balik, memangnya apa saja yang harus diurus? Kemudian dia mengirimkan screenshot postingan ig universitas. Wah rupanya banyak juga yang mesti diurus (menurut saya waktu itu). Ada scan dan fotokopi kartu keluarga, surat keterangan penghasilan orangtua, PBB, tagihan listrik, air, telepon, dsb dsb. Termasuk juga suket kesehatan, buta warna dan bebas NAPZA yang tadi saya sebu...
Nak, aku rasa akulah manusia paling beruntung di dunia. Tadi siang aku mengobrol banyak dengan rekan kerjaku, tentang keluarga, karakteristik anak terakhir dan anak pertama. Dan dengan rekan kerjaku yang lainnya, kami bercanda dan bertukar tawa, menertawai tugas-tugas kita yang bagai tiada rampungnya. Memang terkadang lelah, jenuh. Tetapi hatiku penuh. Hari ini seratus persen cuaca cerah. Aku berangkat ke tempat kerja, disajikan gunung Slamet yang menjulang gagah sekaligus cantik. Cuaca memang sedang dingin, maka dari itu kupakai sarung tanganku. Tetapi rasanya hatiku hangat, sampai di kantor tidak dikatakan terlambat. Sore tadi merebahkan diri beberapa saat, lantas bersiap dan berangkat. Mama menawarkan untuk menggoreng bandeng-bahkan membekaliku dua potong, begitu banyak!-karena telur pesanannya belum juga tiba. Aku tidak keberatan sama sekali, bahkan mama menawarkan saus tomat dan juga madu hangat. Kemudian aku merasakan, betapa indahnya dicintai tanpa syarat. Malam kami biasa...
Komentar
Posting Komentar