Postingan

Mendekap keniscayaan

Gambar
Lucunya manusia, ia selalu takut mati. Ia membenci ide bahwa kelak suatu hari nanti ia akan dilupakan. Itu sudah menjadi suatu keniscayaan. Tetapi manusia, tidak menyerah begitu saja. Maka kemudian dia pahat berbagai cerita, tulisan, membuat jejak, agar setidaknya orang tahu, ia pernah menapaki bumi ini, dan bukannya tanpa makna. Aku sendiri adalah manusia itu. Aku sering mempertanyakan maknaku, maka aku buat tulisan untuk mengabadikan sedikit banyak isi pikiranku. Barangkali akan ada yang membaca. Barangkali akan ada yang menyukainya. Barangkali ada manfaat yang bisa diantarkannya. Barangkali emosinya bisa disampaikan lewat kata. Barangkali. Barangkali itu tidak sepenuhnya benar, tetapi juga tidak sepenuhnya salah. Kita hanya berbicara kemungkinan, posibilitas, apa yang bisa saja terjadi. Maka biarkan juga manusia ini menyediakan berbagai kemungkinan untuk dirinya sendiri.  Jadi.. terima kasih sudah mau membaca sekelebat ceritaku. Aku tak tahu apa yang kamu dapatkan darinya, tetap...

Betapa Lelahnya

Gambar
  Betapa lelahnya jika yang kita lakukan mengharap feedback dari manusia Betapa lelahnya jungkir balik kesana kemari tetapi tanpa ada yg mengucap terima kasih Betapa lelahnya kita berupaya mengerahkan segenap tenaga untuk diabaikan begitu saja Betapa lelahnya Betapa lelahnya kegiatanmu dari pagi sampai mentari tenggelam Gelap gelapnya jalanan tetap diterjang atas apa yang diperjuangkan Satu dua peluh apa rasanya, bukan prioritas utama pikiran kita Pegal pegal badan terasa lungkrah, dengan kasur ia mendamba bertemu Aih , betapa lelahnya Betapa lelahnya jika yang kita lakukan sebatas ini Berusaha ini itu tapi tidak diniatkan kemana muaranya Betapa lelahnya jika lelahmu terasa kosong dan hampa , melupakan peranmu selaku hamba Betapa lelahnya jika berjuangmu dengan pamrih, mengharap balasan manusia Padahal kau tahu ada alasan yang jauh lebih mulia, seakan menyulap semua lelahmu jadi bermakna Yaitu jika semua yang kamu tunaikan, hanya untuk mengharap ridha Al...

Menabung sabar

Gambar
K alau dipikir-pikir, mungkin sesekali kita bakal ketemu orang-orang yang nggak sabar. Terkadang, tak sabarnya orang lain juga menguji kesabaranmu. Bisa dari perbuatan yang dilakukan, atau pertanyaan yang dilontarkan. Yang sejujurnya, mungkin tidak akan pernah selesai selama kita masih menapaki bumi. "Udah selesai ya?" "Wisuda besok?" "Kapan ini?" "Kapan itu?' "Kapan?" Memang, mungkin ini waktunya kamu belajar sabar meskipun yaampun, prosesnya nggak enak sama sekali. Berurusan dengan sakit hati, atau menahan diri untuk tak berbalik melukai. Yang kamu baru ketahui kemarin, dewasa ternyata bukan sesederhana perkara usia. Ada juga yang masih kekanakan meski umur terus berjalan. Maka apa jawabannya? Mengolah diri, mengolah hati, ditata satu per satu, supaya rapi. Itu adalah hal yang dalam kendali, kita mengusahakan sendiri. Kata temanku, belajar itu proses yang tidak pernah berhenti. Okelah kalau kau usai mengenyam pendidikan hingga ...

Berbenah, berbenah

Gambar
Terbangun dari tidur, aku mengecek empat deret angka pada ponsel. Ah, tengah malam lewat sedikit, jam satu. Aku tertidur amat awal, karena tidak bisa menahan kantuk yang hadir dari siang, tapi belum kuturuti saat itu juga. Perjalanan bolak-balik antara rumah dan kampus meskipun terlihat ringan, tetapi kadang melelahkan. Entah, mungkin karena aku berkutat dengan hal yang terus aku usahakan, sambil memikirkan hal-hal lain ke depan, sesekali asyik berbincang dengan kawan menanyakan kabar lewat ketikan kata, membiarkan diriku terdistraksi.  Hujan singkat mewarnai perjalanan pulang, menyisakan aku dan jas hujanku yang kemudian kering sepanjang jalan. Mengisi bahan bakar yang tinggal satu setrip, mengantre diantara orang-orang yang pulang kerja. Hati kecil membatin, yaAllah, semoga aku pun lekas seperti mereka nantinya, turut mencari rezeki untuk menghidupi diri. Semoga Allah ridha dan berkahi waktu-waktu dan proses yang tengah kujalani. Lantas berlanjut aku singgah membeli titipan mama...

Mencari yang kurang

Gambar
Apa yang masih kurang? Mungkin kendaliku terhadap diri sendiri Mungkin caraku mengekspresikan bentuk cintaku kepada orang terdekatku Mungkin rasa syukurku Mungkin kedekatan dengan Tuhanku Mungkin kebermanfaatan waktu Mungkin dzikir dan istighfarku Mungkin tilawah Al-Quranku Mungkin kepedulianku Mungkin rasa ikhlasku Mungkin rasa cukupku Mungkin rencana-rencana selanjutnya Mungkin gambaran kehidupan Mungkin sedikit banyak perhatian Mungkin .. Banyak kemungkinan Tapi rasa kurang ataupun cukup, itu kita yang mengendalikan. Kita yang mengatur, kita yang menentukan seberapa ukuran tinggi rendah yang bisa kita katakan ''cukupkan". Lalu apa yang akan diperbuat dengan rasa kurangmu itu? Apa iya mau berlarut-larut tak kenal waktu? Alih-alih terus memperbaiki dirimu.  Ayo menata diri, satu demi satu. Nanti akan ketemu, ukuran yang paling pas menurutmu. Kabari aku kalau sudah selesai dengan dirimu. Banyumas, 18 September 2023 Ditulis ketika mencari rasa ...

Speaking; berawal dari ngide

Gambar
Siapa disini yang pengen latihan speaking tapi nggak ada temen buat lawan bicaranya? Aku, aku ☝🏻 Dikesempatan kali ini, aku mau sharing singkat tentang caraku latihan speaking sendiri. Yuk mari kita simak bersama, gas ngeng!  Dulu, awalnya aku ngerekam suaraku ngomong pake basing. Semacam bikin vlog atau life update , tapi bentuknya suara. Soalnya kalo video bakal makan memori penyimpanan banget kan. Asal muasalnya isi rekaman itu adalah curhat, karena abis ada kejadian yang kurang mengenakkan. Jadilah aku fafifu wasweswos, self talk ya bisa dibilang. Disitu aku menjelaskan gimana kejadiannya, gimana perasaanku, dan alasan sebenernya, in english . Ya jelas belepotan, ada jeda loading aku nyari kata yg aku pengen dlm basing, atau kadang campur basindo. Intinya berantakan deh, tidak diragukan lagi 😃👍 Tapi aku nggak peduli karena poinnya aku pengen curhat tapi nggak ada orang yg bisa dijangkau langsung (kejadian waktu pandemi, hiks).  Beres ngerekam alhamdulillaah lebih le...

Kelabu milikku.

Gambar
Maaf jika tak semudah itu aku membagikan kelabu Kurasa itu kisah-kisah yang kamu tak perlu tahu Maaf aku memilah siapa yang bisa menerima kelabu Karena ia memberatkan, membuat tak nyaman Lucunya, aku sudah menyiapkan patah hati sejak juli Lantas tiba-tiba muncul tunas-tunas harapan; kemungkinan Lantas aku mencoba berlari, menyesuaikan langkah kaki Tapi lintasanku lebih panjang, bak tak bertepi Yang menjadi milikmu ternyata bukan milikku Dan akhirnya, aku berjua kecewa  Tapi mencoba tersenyum dan ucap tak mengapa Setiap perjalanan berbeda, aku rasa  Meski begitu, ada waktu dimana aku bersembunyi dan mengunci pintu Karena ternyata aku juga bisa tersedu Kutahan mereka hingga hanya terdengar di kepalaku Tidak ada yang perlu tahu tentang kelabu Ini konsumsi pribadiku Dan aku tak menyangka aku meledak juga Di waktu tak terduga, di tempat tak terduga Lantas selembar tisu itu basah kuyup Aku ingin pulang, ujarku Aku tak sekuat itu, batinku Lantas memutuskan pulang tanpa pamit Lantas m...