Postingan

Tentang Mata

Gambar
Kalau aku memandang mata anak kecil, aku seakan otomatis terpesona. Sepasang bola mata itu masih teramat bening, benar benar tatapan yang bersih, tatapan dari manusia yang belum mempunyai dosa. Warna hitamnya yang amat lebar, membuatnya terlihat makin menggemaskan. Yang aku pernah baca, ukuran bola mata manusia tidak pernah bertambah besar meskipun kita bertumbuh dewasa. Itulah mengapa anak kecil terlihat memiliki mata yang besar. They're so pretty.. Lepas terpesona, aku memandangi sendiri bayanganku di cermin. Apakah mataku sebening itu? Kemudian aku menemukan bola mataku warnanya seputih itu, mungkin agak kekuningan, dengan bagian putihnya yang sudah memiliki sekilas satu dua garis samar warna merah jambu. Wajar saja, sudah berapa tahun bukan mata ini bekerja. Hampir 21 tahun! Tentu jauh berbeda dengan anak kecil yang kulihat matanya tadi, yang umurnya pun belum genap satu tahun Hidupku ternyata hampir 21 tahun. Dan dalam waktu 20 tahun kebelakang, bukankah sudah begitu banyak ke...

Hidup Online

 Keadaan pandemi yang sekarang ini, membuat kita secara mau nggak mau harus melakukan segala sesuatunya dengan berjarak. Kita menyebutnya dengan social distancing atau physical distancing, mencegah pula terjadinya kerumunan. Apa-apa dilaksanakan secara online, atau dalam bahasa Indonesia, daring. Ya sekolah, ya kuliah, ya kerja (but some people still works from office), dan bisa dibilang semua-muanya. Jenuh? Iya. Kuota menjerit? Iya (but thanks to kuota dari kemendikbud yang kehadirannya cukup membantu). Belum lagi kapasitas otak yang sulit mencerna informasi yang disampaikan secara tidak langsung. Kalau kata orang, wong kuliah di kelas aja suka nggak mudeng, apalagi ini yang kita yang sekarang ini istilahnya belajar dari laptop atau hape. Memang, suasana sekarang ini amat melelahkan, lebih-lebih kalau keadaan memang sedang hectic-hecticnya di akademik Keadaan yang serba online ini pun membuat media sosial sebagai satu-satunya sarana kita untuk berkomunikasi antara satu sama lain. ...

Pengalaman Rapid Test di RS Siaga Medika Banyumas

Gambar
Hello people! Pada kesempatan ini mau sedikit berbagi pengalaman saya ketika melakukan rapid test di RS Siaga Medika Banyumas. Rapid test ini saya lakukan pada 31 Agustus 2020, jadi mungkin saja seiring berjalannya waktu bisa ada perbedaan entah itu di biaya atau pelaksanaannya yaa. Semoga bisa bermanfaat ya buat pembaca sekalian.. Jadi dikarenakan suatu hal saya perlu kembali ke asrama di kota univ saya dan diminta untuk melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan. Setelah bertanya ke orang tua, saya mendapat informasi bahwa tempat terdekat untuk melakukan rapid test adalah di RSUD Banyumas dan RS Siaga Medika. Namun kata saudara yg bekerja di RSUD, untuk saat itu sedang tidak bisa dilaksanakan rapid test di RSUD karena alatnya habis. Oleh karena itu saya langsung 'mewawancarai' saudara saya yang lain yang pernah melakukan rapid test di RS Siaga Medika dan kemudian saya memutuskan untuk rapid disana saja. Untuk rapid test dilaksanakan di posko sebelah sel...

A Remider : About the dangerous one, HOAX

Persebaran hoax melalui media mengalahkan kengerian persebaran virus corona sendiri. Kita manusia-manusia yang terus menggenggam smartphone, jangan sampai kita kalah smart. Kalau ada berita baru, cek kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyebarkannya. Berpeganganlah pada sumber-sumber yang terpercaya, jangan saking mudahnya percaya dengan screenshotan belaka tanpa bukti-bukti yang nyata dibelakangnya. Tolong.. jangan memperburuk suasana dengan ikut menyebar hoax. Meski maksud kamu baik untuk menginfokan orang lain supaya makin aware, tapi nggak gini caranya. Kalo info yang disebar rupanya hoax, ya sama aja bohong dan tidak membantu. Ingat, harus crosscheck dulu. Stay safe, guys. Jangan panik dan jangan piknik untuk sementara waktu ini. Bantu pemerintah mengendalikan situasi dengan tidak bepergian yang tidak perlu, tetep dirumah, social distancing, jangan sebar hoax! Take care <3

Midnight Thought

Lebaran, merupakan suatu momen dimana orang lazim bermaaf-maafan. Kamu bisa menjumpai ucapan maaf dimanapun, entah di lingkungan RT, rumah kerabat, bahkan di sosial media sekalipun. Namun, ada yang sempat terpikirkan di lebaran ini. Aku kadang merasa, ucapan maaf di momen lebaran itu seakan-akan hanya formalitas saja. Kadang terlintas di benakku : apa kata-kata maaf yang diucapkan ketika berjabat tangan ataupun yang dikirim melalui sosial media itu sungguh sungguh? Pikiran ini tiba-tiba jadi reminder. Aku terlalu sibuk menebak-nebak apakah orang lain ikhlas apa tidak. Padahal yang harus dipertanyakan adalah,  apa dirimu sendiri itu ikhlas dan sungguh sungguh dalam meminta maaf? Kita perlu introspeksi diri. Mana perbuatan kita yang merugikan orang lain, mana perkataan kita yang mungkin tidak pas di hati. Terkadang ketika kita bermaksud bercanda, itu dirasa tidak nyaman oleh orang lain. Terkadang kata-kata yang kita anggap sepele, rupanya bisa menyinggung atau bahkan menyak...

Membuat Surat Keterangan Kesehatan, Buta Warna, dan Bebas NAPZA di RSUD Banyumas

Gambar
Halo! Long time no see. Uh, kira kira setahun lebih rupanya. Bagaimana kabar? Di kesempatan kali ini saya hendak berbagi sedikit pengalaman saya kemarin, yaitu membuat surat keterangan kesehatan, surat keterangan tidak buta warna, dan surat keterangan bebas NAPZA di RSUD Banyumas. Saya harap tulisan ini bisa bermanfaat :) Jadi sehari setelah pengumuman hasil seleksi jalur SNMPTN (alhamdulillah saya lolos), teman saya menghubungi lewat whatsapp, bertanya kurang lebih seperti ini, "kamu mau ngurus berkas berkas buat daftar ulangnya kapan? Kalo mau ngurus bareng-bareng yaa, soalnya ribet," Saya tanya balik, memangnya apa saja yang harus diurus? Kemudian dia mengirimkan screenshot postingan ig universitas. Wah rupanya banyak juga yang mesti diurus (menurut saya waktu itu). Ada scan dan fotokopi kartu keluarga, surat keterangan penghasilan orangtua, PBB, tagihan listrik, air, telepon, dsb dsb. Termasuk juga suket kesehatan, buta warna dan bebas NAPZA yang tadi saya sebu...

Completed Books

Daftar buku-buku yang telah saya habiskan mulai dari tahun 2016, ketika saya kembali mulai mengonsumsi kembali lembaran demi lembaran kertas bertinta hitam. Kalau udah nambah lagi yang saya baca, kemungkinan postingan ini akan saya edit, hahaha. Okay here we go : -Ramadhan Undercover -Biasa Bercerita -Memoar of Jeddah -My Sister's Keeper -So B. It -Bleeding Survivor -Tiga Bianglala -Bidadari-bidadari Surga -Membina Hubungan 101 -Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah -Anakku Matahariku -One Little Thing Called Hope Dengan membuat daftar ini di buku kecil saya, saya menjadi termotivasi untuk membaca lebih banyak buku sehingga daftar ini dapat bertambah panjang, hahaha. See you :)